Asosiasi Karate Tradisionil Indonesia (FKTI) mengadakan kejuaraan nasional dengan cara virtual. Pekerjaan ini masih ikuti prosedur kesehatan dengan cara ketat.
Kejuaraan nasional (kejurnas) karate tradisionil dengan cara virtual diadakan FKTI pada Sabtu (29/8/2020). Perlombaan kesempatan ini diiringi sekitar 363 olahragawan karate dari 15 koordinator wilayah (korda) propinsi di semua Tanah Air.

Prof. Zudan Bijak Fakrulloh, Dirjen Dukcapil Kemendagri sekaligus juga Ketua Umum FKTI, menjelaskan bila kejuaraan diadakan dengan cara virtual supaya olahraga karate tradisionil dapat terus eksis ditengah-tengah epidemi virus Corona. Menurut dia, FKTI harus banyak berkreatifitas serta bereksperimen untuk jaga prestasi beberapa karateka.

“Kejurnas karate tradisionil ini tetap harus terselenggara walau dengan cara virtual untuk jaga serta menjaga prestasi karateka FKTI. Walau situasi Covid-19, saya mengharap beberapa karateka masih telaten berlatih dalam tempat semasing dengan prosedur kesehatan, untuk jaga tehnik karate serta prestasinya,” kata Zudan di Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

“Silahkan bukan hanya lari, saya ajak kita lebih cepat melonjak lebih jauh kembali, ada lebih di muka dibandingkan dari cabang olahraga karate yang lain. Saya ajak FKTI masih kompak serta solid. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Osh!,” katanya.

 

 

Pertandingan dalam kejurnas virtual ini dipisah jadi dua

Pertama, Kelompok Prestasi yang terbagi dalam kelas Prakadet 3 pa/pi, Prakadet 2 pa/pi, Prakadet 1 pa/pi, Kadet pa/pi, Junior pa/pi,

Pemuda pa/pi, serta Senior pa/pi.

Setelah itu kelas Pemandu Talenta dengan 4 kelompok,

yakni Sabuk Putih di bawah 14 tahun pa/pi, Sabuk Putih di atas 14 tahun pa/pi,

Sabuk Kuning di bawah 14 tahun pa/pi, Sabuk Kuning di atas 15 tahun pa/pi,

Sabuk Hijau di bawah 14 tahun pa/pi serta di atas 15 tahun pa/pi. Dan Sabu biru di bawah 14 tahun pa/pi serta di atas 15 tahun pa/pi.

“Tidak kalah keutamaan ada kelas Veteran, terdiri dua kelas yakni Veteran 1 umur 50-60 tahun serta Veteran 2 umur di atas 60 tahun.

Kejuaraan ini menyertakan 36 juri dari semua Indonesia,” kata Sensei Leony Mamesa sebagai Ketua Panitia Kejurnas.