Roger Federer ditegaskan mangkir di Australia Terbuka 2021. Petenis asal Swiss itu belum pulih betul dari luka lutut yang dialaminya.
Berita itu dikatakan langsung oleh agen si olahragawan, Tony Godsick. Peraup 20 Grand Slam itu belum siap lakukan comeback pada awal tahun, dan pilih untuk kembali pada lapangan di kompetisi lain.

“Roger telah memilih untuk tidak bermain di Australia Terbuka 2021,” kata Godsick ke AP, diambil Sky Sports.

“Ia telah alami perkembangan cepat sepanjang beberapa bulan akhir berkaitan keadaan lutut dan kebugarannya. Tetapi sesudah konsultasi dengan teamnya, ia memutus keputusan periode panjang terhebat buatnya ialah kembali lagi turun sesudah Australia Terbuka,”

Baca juga : Viktor Axelsen, Pebulutangkis Denmark yang Mujur di 2020 versus BWF

Gelaran paling akhir yang dituruti Federer ialah Australia Terbuka 2020, di mana dia kalah di semi-final dari Novak Djokovic. Sesudahnya, dia jalani operasi lutut sampai 2x dan belum kembali lagi bermain sampai sekarang.

Di umurnya yang semakin senja, dia pilih waspada untuk tampil. Apa lagi dia masih tetap pengin tampil di Olimpiade Tokyo yang diawali Juli kedepan. Wimbledon dan AS Terbuka jadi gelaran yang pengin dituruti pencinta FC Basel itu.

Australia Terbuka akan diadakan pada 8-21 Februari 2021. Berlainan dengan beberapa tahun awalnya, kwalifikasi kateogri tunggal akan diadakan di Dubai dan Doha pada 10-13 Januari 2021.

Beberapa peserta yang bisa lolos Australia Terbuka 2021 akan diberangkatkan dengan pesawat sewaan ke Melbourne untuk seterusnya jalani isolasi mandiri sepanjang dua minggu. Beberapa pemain akan jalani test virus Corona secara teratur, dan cuman dibolehkan latihan optimal 5 jam satu hari.

 

Walau pendemi COVID-19 membuat dunia olahraga lumpuh, Viktor Axelsen memperoleh sedikit obat. Pemain Denmark itu mendapatkan penghargaan dari BWF.
COVID-19 sudah merebut hampir kehidupan normal beberapa olahragawan dan kesempatan mereka berprestasi di 2020. Tetapi cukup banyak olahragawan yang mujur dengan keadaan itu.

Axelsen sukses mencatat masa lalu manis melalui catatan tinta emasnya. Baik prestasi atau kehidupan individu sepanjang wabah Corona. Apa sajakah?

Axelsen sukses mencatat masa lalu manis melalui catatan tinta emasnya Yowinjoker. Baik prestasi atau kehidupan individu sepanjang wabah Corona. Apa sajakah?

Seperti dikutip detikSport dari situs BWF, keseluruhannya pada musim ini dia mengumpulkan dua gelar perseorangan dan satu gelar untuk kejuaraaan beregu.

Pertama Barcelona Spanyol Masters pada Februari 2020 dan BWF Super 1000 All England pada tiga minggu selanjutnya.

Kemenangan itu sekalian akhiri penantian sepanjang 21 tahun untuk Denmark dan Eropa menjadi juara tunggal putra di kompetisi itu.

Pertempuran untuk mendapatkan gelar itu cukup menegangkan ingat rivalnya adalah pemain dengan rangking hebat 30. Bahkan juga dalam penetapan gelar, pebulutangkis 7 dunia itu menaklukkan favorit paling atas Chou Tien Chen.

Jauh sebelumnya, Viktor dan Timnasnya jadi juara di Kejuraan Beregu Putra dan putri Eropa di Lievin, Prancis.

Tiga kemenangan itu sekalian membalaskan dua ketidakberhasilan awalnya memulai musim 2020 habis mimpinya jadi juara dipendam Kento Momota pada pertandingan finaldi Malaysia Masters dan Anthony Sinisuka Ginting waktu di semi-final Indonesia Masters 2020.

Kemudian, induk organisasi bulu tangkis dunia itu menghentikan sebagian besar jadwal kompetisi sebab pandemi yang berkelanjutan. Kompetisi mulai tidak ditandingkan semenjak 15 Maret atau habis All England digelontorkan.

Kecuali dari segi prestasi, Viktor rupanya memperoleh karena lain dari wabah Corona. Dia jadi ayah dari putri namanya Vega (Rohde Axelsen), buah kasihnya dengan si istri, Natalia Rohde.

“Katakan hai ke Vega Rohde Axelsen. Ia lahir tempo hari (15/10/2020) pada jam 10.26 malam waktu Denmark. Saya benar-benar senang kepadamu dan ibumu yang mengagumkan,” catat Axelsen dalam account Instagramnya, @viktoraxelsen.

BWF sempat mengadakan Denmark Open selaku kompetisi penutup musim pada 13-18 Oktober kemarin. Tapi Viktor tidak dapat turut sisi di gelaran itu karena masih pemulihan operasi pergelangan kakinya.

Sekarang sesudah diberitakan sembuh, juara Eropa 2x itu merencanakan comeback di Thailand pada Januari 2021. Dia menarget dapat raih gelar di dua kompetisi Thailand Open dan satu BWF World Tur Finals 2020.

 

 

Ketua umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman barusan menjumpai legenda tinju Ellyas Pical, yang rayakan Hari Natal 2020. Ada satu ide yang mencoba direalisasikan habis wabah corona usai kelak.
Marciano ditemani oleh Wakil Kepala Sektor Pembimbingan dan Prestasi (Wakabid Binpres) Drs. Effendi Soen dan Wakabid Medium dan Humas Tirto Sempurna Putra waktu mengunjungi tempat tinggal Ellyas Pikal. Di situ mereka disongsong oleh si bekas petinju bersama istrinya, Rina Siahaya, dan seorang putranya.

Marciano terlibat perbincangan rileks dengan keluarga Ellyas Pical dan melihat-lihat sabuk pemenangnya. Sudah diketahui Elly, panggilan dekat ia, dahulunya adalah juara dunia tinju IBF di zaman 80an.

Baca juga : Resmi! Atletico Madrid Datangkan Mantan Gelandang Inter Milan

Lawatan kelompok KONI Pusat itu selanjutnya di ramaikan oleh legenda tinju Indonesia yang lain, Chris John, yang turut berbicang secara virtual. Marciano dan bekas juara dunia tinju itu merencanakan berkunjung sasana-sasana tinju di semua pejuru Nusantara untuk mendapati atlet-atlet muda berpotensi.

“Jika kita ingin menjadi juara kita harus benar-benar, jika biasa ingin menjadi juara bagaimana? Kita harus sulit dahulu baru suka”, tutur Elly.

“Saya menginginkan petinju yang ada saat ini harus berusaha keras, harus berusaha benar-benar, latihan dan semangat untuk berusaha, untuk nama negara dan bangsa, untuk Indonesia dan Tanah Air.”

Ellyas Pical mempunyai rekor berlaga dengan 20 kemenangan (11 KO), sekali seri, dan 5 kali kalah. Marciano mengharap petinju-petinju muda Indonesia akan terpacu dengan prestasi pria dari Maluku itu.

“Beliau ialah petinju yang benar-benar saya idolakan, saya benar-benar senang punyai petinju seperti Ellyas Pical yang juara dunia. Saya mengharap Ellyas Pical dapat menyemangati petinju-petinju junior untuk dapat mengikut tapak jejaknya jadi juara dunia,” Ketua umum KONI Pusat Marciano Norman menambah.

Baca juga : Hamil Anak Pertama, Audi Marissa Terharu Bisa Dengar Detak Jantung Bayi